Ada sesuatu yang sedang terjadi. Jason bisa merasakannya. Hal ini terlihat dari wajah Polly yang berseri-seri, wanita itu terlalu ceria. Seperti biasa, Jason duduk dan menyantap hidangan lezat yang sudah disajikan sedangkan Polly sedang mencuci piring di dapur. Sayup-sayup, terdengar senandung yang berasal dari dapur. Jason merasa heran, sejak kapan istrinya bersenandung riang seperti ini?. Namun bukan itu yang ia khawatirkan. Rasanya, tingkah laku Polly menggambarkan seorang wanita yang tengah kasmaran. Apa mungkin Polly berselingkuh?. Pemikiran itu membuatnya gila.
Mungkinkah Polly sedang menjalin hubungan dengan pria pengantar susu? Atau dengan pria yang ada di toko kelontong?.
Sejak kecurigaannya, Jason mulai bangun lebih awal agar bisa melihat si pria pengantar susu. Hasilnya mengecewakan, yang terlihat hanya seorang pria dengan umur melebihi setengah abad.
Tidak puas, Jason mulai mengunjungi toko kelontong dan mengamati setiap pria yang menjadi karyawan disana. Mereka semua terlihat sudah tua seperti si pengantar susu tadi. Sisanya merupakan anak bau kencur yang sepertinya masih bekerja part time. Lagi-lagi Jason harus kecewa dengan penyelidikannya itu.
Beberapa bulan kemudian, Jason berkunjung seorang diri ke rumah mertuanya untuk memperbaiki garasi. Kemudian, ia mendengar ayah mertuanya tak sengaja menyebut nama "Hank" yang sudah kembali ke desa. Hank adalah pacar Polly sewaktu jaman SMA dulu. Seketika itu Jason menarik sebuah kesimpulan.
Sekarang ia sudah tahu mengapa istrinya sangat senang sepanjang waktu. Rupanya perselingkuhan ini didukung mertuanya sendiri. Pasti mereka yang mengabarkan kepulangan Hank ke desa dan mungkin Polly berniat untuk kawin lari dengan Hank!
Jason yang kalap segera pulang ke rumahnya. Ia hampir lupa kalau Polly sedang berada diluar rumah.
Pria itu menunggu di dapur dengan kemarahan yang sudah mencapai ubun-ubun. Malam sudah larut dan pintu pun terbuka menandakan Polly sudah pulang.
Diluar perhitungan, Jason malah menyambar pisau daging dan menghunuskannya di dada Polly.
"Kau telah mematahkan milikku!. Sekarang, waktunya untuk mematahkan milikmu juga.!"
Jason mengoyak istrinya sendiri dengan pisau daging dan menarik paksa jantung istrinya yang masih berdetak.
Darah dimana-mana. Jason berlari dan membawa jantung itu ke belakang rumah. Jantung itu kemudian dilemparnya dari sisi jembatan diantara sungai yang ada di belakang rumah.
Sesegera mungkin Jason membersihkan noda darah yang ada di rumahnya dan menguburkan mayat Polly di hutan dekat kota.
Kemudian, ia menulis beberapa surat dengan meniru tulisan Polly. Ia mengirimkan surat itu pada orangtua Polly dan dirinya sendiri untuk menghilangkan kecurigaan.
Dalam beberapa hari, semua orang pun percaya bahwa Polly sudah kabur bersama pria lain.
Pada suatu malam, ia pergi ke jembatan untuk menertawakan serta merayakan kemenangan atas istrinya yang tak setia itu.
Polly memang pantas mendapatkannya, pikir Jason.
Saat ia berdiri menatap sungai, ia mulai merasakan getaran di bawah kakinya.
DEG-DEG .. DEG-DEG..
Suara itu seakan terbawa oleh udara dan mengalun statis sesuai irama.
DEG-DEG .. DEG-DEG..
Jason mulai menatap tangannya sendiri, teringat bahwa itu merupakan irama yang sama saat ia menggenggam jantung Polly di tangannya.
DEG-DEG .. DEG-DEG..
Suara itu bertambah keras, nyaring terdengar di telinganya. Jason mulai menutup kedua telinganya namun suara itu masih bisa didengar dengan jelas.
DEG-DEG .. DEG-DEG..
Bahkan papan penunjuk arah di jembatan pun turut bergetar karena suara itu. Suara dari detak jantung.
Jason menjerit ketakutan dan menyandarkan dirinya di pagar jembatan.
"Terkutuk kau Polly!." Jason mengumpat sambil menutup kedua telinganya.
DEG-DEG .. DEG-DEG..
Suara itu tak kunjung berhenti dan membuat Jason hilang kendali. Akhirnya, ia melompat dari atas jembatan dan berhasil membentur bebatuan sungai. Ia tewas seketika dengan kondisi kepala yang hancur.
Hingga saat ini, suara yang berasal dari bawah jembatan itu masih bisa terdengar. Suara dari jantung yang akan terus berdetak selamanya.
Note : Heartbeat Bridge terletak di Ellicot City, MD. Kisah ini diceritakan oleh warga sekitar yang sering merasakan hal mistik ini. Kabarnya, kita bisa mendengar dan merasakan detakan jantung itu jika berdiri di atas jembatan.

No comments:
Post a Comment